Kamis, 02 Agustus 2012

Materi IPS kelas 7 Semester 1 : Kenampakan Alam di Permukaan Bumi (Bagian 1)

Bab 1

By Anita


 
Keragaman Kenampakan di Permukaan Bumi

1.    Kenampakan Alam di Daratan
               Kenampakan alam yang ada di daratan, antara lain adalah:

           a.            Dataran Rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut (dpl). Dataran rendah umumnya berada di pesisir pantai.

b.            Dataran Tinggi adalah dataran yang memiliki ketinggian lebih dari 400 m DPL. Dapat dimanfaatkan untuk perkebunan atau pertanian.
c.            Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit.
d.            Pegunungan adalah bagian dari dadaratan yang merupakan deretan gunung dengan ketinggian 700 m DPL. Contohnya pegunungan Dieng.

2.    Kenampakan Alam di Perairan
a.           Pantai adalah daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Yang biasanya digunakan sebagai tempat pariwisata, perikanan, hutan bakau atau pelabuhan laut.
b.          Sungai  merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.
c.           Danau adalah genangan air alami yang amat luas dan berada di tengah daratan.
d.          Selat adalah perairan atau laut sempit yang menghubungkan dua buah pulau. Indonesia mempunyai banyak sekali selat, karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Proses Pembentukan Muka Bumi
          Keragaman bentuk permukaan bumi taidak terjadi begitu saja. Berbagai bentuk tenaga bekerja mengubah bentuk muka bumi. Ada dua tenaga yang membantu proses ini, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen,
1.    Tenaga Endogen
            Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini bersifat konstruktif atau membangun. Tenaga ini bersumber dari magma. Dan dibedakan berdasar penyebabnya menjadi gempa tektonik (diastropisme), vulkanik (vulkanisme), dan gempa seisme.
  1. Diastropisme
            Diastropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan posisi lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka bumi.
1)     Sesar (faults)
            Sesar atau patahan adalah retakan pada kerak bumi akibat adanya peregeseran pada batuan. Ini terjadi karena bumi kita terdiri dari beberapa lempeng. Pergeseran tersebut berkisar antara beberapa centimeter saja dapat mencapai ratusan kilometer. Di Indonesia, ada sesar yang terkenal yaitu sesar Sumatera yang tampak berupa Pegunungan Bukit Barisan. Sesar juga dapat dikenali dalam bentuk bukit dan lembah, tebing, atau sungai.
2)     Lipatan dan gejalanya

            Lipatan adalah bentuk ombak atau gelombang pada suatu lapisan kulit bumi, yang ditunjukkan oleh lapisan batuan. Lipatan terbentuk karena pergeseran lempeng tektonik.
            Struktur sebuah lipatan terdiri atas:
  • Antiklin, yaitu unsure struktur lipatan dengan bentuk cembung ke atas
  • Sinklin, yaitu lipatan yang cekung ke atas
  • Sayap (limb), yaitu bagian bagian dari lipatan yang terletak menurun mulai dari kelengkungan maksimum antiklin sampai lengkungan maksimum sinklin.
  1. Vulkanisme
            Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi.  Aktivitas tersebut dapat menghasilkan bentukan berupa kerucut atau kubah yang disebut gunung berapi.
Gunung Api terbentuk karena pertemuan lempeng

            Gunung api umumnya terbentuk pada pertemuan dua lempeng yang saling bertumbukan. Pada gambar di samping, lempeng samudera menghujam ke bawah dan lempeng banua terangkat. Akibat kaku, lempeng benua mengalami retakan. Magma yang cair kemudian masuk melaui retakan tersebut dan membentuk kantong magma. Sebagian magma yang mampu mencapai permukaan bumi membentuk gunung api.
            Bentuk permukaan bumi sebagai hasil dari vulkanisme adalah berupa munculnya berbagai macam gunung api, antara lain:
1)     Gunung api corong atau maar, yaitu gunungapi hasil erupsi eksplosif atau berupa ledakan yang posisi dapur magmanya relatif dangkal sehingga gunungapi tersebut berhenti aktivitasnya dengan hanya satu kali ledakan.
2)     Gunung api perisai atau aspit, yaitu gunungapi hasil erupsi efusif atau erupsi berupa aliran. Magma yang cair bergerak ke segala arah dengan ketebalan yang tipis sehingga ketinggiannya juga rendah. Contohnya adalah gunungapi di kepulauan Hawaii.
3)     Gunung api strato, yaitu gunung api berbentuk kerucut yang sangat tinggi dengan lereng yang curam. Kerucut yang tinggi merupakan hasil dari timbunan material vulkanik padat. Kebanyakan gunung di Indonesia merupakan gunung api strato. Contohnya Gunung Merbabu.
Gunung Api Strato
Gunung Api Maar
Gunung Api Strato


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar